Dalam sistem ventilasi industri, ducting memegang peranan krusial sebagai jalur pengaliran udara, baik udara bersih maupun udara buangan. Namun, perawatan ducting sering kali diabaikan karena dianggap tidak sepenting unit aktif seperti exhaust fan atau blower. Padahal, ducting yang tidak dirawat secara berkala dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari penurunan performa ventilasi hingga risiko kebakaran industri.
Standar praktik terbaik menyarankan bahwa sistem ducting, terutama yang digunakan di dapur industri, pabrik produksi, atau fasilitas dengan kontaminan tinggi, harus diperiksa dan dibersihkan minimal setiap 3 hingga 6 bulan sekali. Mengapa sesering itu? Mari kita bahas alasannya satu per satu.
Baca Juga Artikel Lainnya : Exhaust Fan di Pabrik Kembang Api Kurangi Asap Mesiu Kerja Lebih Aman
1. Penumpukan Kotoran Menghambat Aliran Udara
Debu, minyak, uap, serbuk, dan partikel mikro yang masuk ke dalam ducting dari aktivitas harian akan menumpuk seiring waktu. Jika dibiarkan lebih dari 6 bulan, tumpukan ini dapat menghambat aliran udara dan membuat sistem kerja blower atau exhaust fan menjadi tidak maksimal.
Efeknya bukan hanya udara pengap dan lembap, tetapi juga meningkatnya konsumsi listrik karena alat ventilasi harus bekerja lebih keras untuk mendorong udara melalui saluran yang kotor.
2. Risiko Kebakaran Meningkat
Dalam instalasi dapur industri atau pabrik pengolahan makanan, ducting sering dilewati oleh uap panas dan minyak. Jika tidak dibersihkan secara rutin, lapisan minyak yang mengering bisa berubah menjadi bahan mudah terbakar. Sekali terkena percikan api atau panas tinggi, saluran ducting bisa menjadi jalur penyebaran api ke seluruh bangunan.
Bahkan di industri non-kuliner seperti pabrik kayu, serbuk halus yang menumpuk di ducting juga termasuk kategori combustible dust, yang berisiko meledak bila terkena loncatan api atau panas mesin.
3. Kontaminasi Udara
Ducting yang kotor bisa menjadi sarang jamur, bakteri, dan bahkan hewan kecil seperti tikus atau kecoa. Udara yang melewati saluran tersebut akhirnya menjadi udara tercemar yang tersebar kembali ke dalam ruangan. Hal ini sangat membahayakan kesehatan pekerja, khususnya di lingkungan kerja tertutup atau ruang tanpa jendela.
Di industri makanan dan farmasi, hal ini bahkan bisa berdampak langsung pada kualitas produk dan mengundang audit serta sanksi dari BPOM maupun lembaga sertifikasi lainnya.
4. Umur Peralatan Lebih Pendek
Sistem ventilasi seperti blower dan exhaust fan sangat bergantung pada kelancaran aliran udara. Jika ducting tersumbat, beban kerja mesin menjadi lebih berat. Dalam jangka panjang, hal ini memperpendek umur peralatan, meningkatkan frekuensi kerusakan, dan tentu saja menambah biaya maintenance tak terduga.
Dengan perawatan ducting rutin, aliran udara akan tetap optimal, dan beban kerja fan menjadi lebih ringan dan stabil.
5. Efisiensi Energi Terjaga
Sistem ventilasi yang efisien berarti penggunaan energi yang lebih hemat. Jika ducting bersih, tekanan udara rendah, dan tidak ada hambatan, maka blower atau exhaust fan dapat bekerja pada kapasitas normal. Sebaliknya, ducting kotor menyebabkan tekanan naik dan memaksa alat bekerja ekstra, yang akhirnya meningkatkan konsumsi listrik.
6. Mendukung Kepatuhan terhadap Standar K3
Di Indonesia, regulasi keselamatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH) semakin ketat, terutama untuk industri makanan, kimia, farmasi, dan pabrik berisiko tinggi lainnya. Salah satu poin audit yang sering dilakukan adalah inspeksi sistem ventilasi, termasuk ducting.
Melakukan maintenance setiap 3–6 bulan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja, sekaligus menghindari sanksi atau teguran dari dinas terkait.
Tips Perawatan Ducting yang Efektif
- Buat Jadwal Tetap
Idealnya, pengecekan dilakukan setiap 3 bulan untuk dapur industri dan pabrik berdebu tinggi, serta setiap 6 bulan untuk ruang dengan polusi rendah. - Gunakan Jasa Profesional
Pembersihan ducting membutuhkan alat khusus dan keterampilan teknis, seperti vakum industrial, kamera inspeksi, hingga teknik jet cleaning. - Pasang Filter Tambahan
Jika memungkinkan, pasang filter di bagian ujung ducting untuk menahan partikel besar dan memperpanjang waktu bersih total. - Inspeksi Visual Berkala
Setiap bulan, lakukan inspeksi visual pada akses terbuka ducting untuk melihat tanda-tanda penumpukan.
Baca Juga Artikel Lainnya : Kenapa Dapur MBG Harus Hindari Ventilasi Alami demi Keamanan dan Kualitas
Penutup
Mengabaikan ducting bisa menjadi kesalahan mahal dalam jangka panjang. Selain mempercepat kerusakan alat, kualitas udara di dalam ruang kerja bisa terganggu, dan risiko kebakaran pun meningkat. Dengan perawatan rutin setiap 3–6 bulan, perusahaan dapat menjaga performa sistem ventilasi tetap optimal, efisiensi listrik lebih stabil, dan keselamatan kerja lebih terjamin.
Jika Anda membutuhkan layanan inspeksi dan maintenance ducting profesional, segera hubungi tim kami melalui WhatsApp 08179387577. Kami siap membantu kebutuhan industri Anda, dari sistem exhaust fan, blower, hingga ducting berkualitas.
Atau temukan produk dan solusi ventilasi terbaik kami di official store kami di SHOPEE dan TOKOPEDIA. Jangan tunda lagi, bersihkan ducting Anda sebelum masalah muncul!
